Antologi puisi santri “aku dan singa tua”


kali ini, saya akan sedikit membahas dan menuliskan karya  Ahmad Baequni yang berjudul antologi puisi santri. buku ini aku dapat dari  mz budi.tq ya ayangku :P

oiya sblum ku tulis isi dr buku ini, terlebih dahulu kita tilik sejenak arti dari  antologi itu sndri. berikut pengertian yg saya peoleh dari wikipedia bebas.

Antologi, secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga”, adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya, definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain. Dalam pengertian modern, kumpulan karya musik oleh seorang artis, kumpulan cerita yang ditayangkan dalam radio dan televisi juga tergolong antologi.

kita mulai aja ya…. silahkan membaca :) smoga bisa bermanfaat untuk semua.Amin

CERITAKU

Selepas berzina aku berdoa

dengan telapak tangan  yang kotor aku meminta

dapatlah aku bersembunyi dari mata manusia

Selesai maksiat aku menunduk

d atas sajadah bau, aku bosan membenturkan jidatku

bisahkah aku memungkiri nikmat dunia

Setelah adzan memanggil mendayu-dayu

aku sengaja mencuri waktu yang tak pernah pergi jauh

mampuhkan tellinga merekam seluruh kesibukanku

Sesudah sholat aku duduk bermain judi

meghabiskan uang yang tak pernah diam

cukupkah untuk bekal kubawa pulang nanti

Sehabis menenggak arak ku berzikir

mengantarkan sombongku pada serambi diskotik

takutkah malaikat yang meihat merah mataku

Sesampainya aku pada pintu penjemputan

berlarilah kesana kemari di kejar Izra’il

masih adakah nyawa cadangan untukku

Manakala aku telah pergi jauh

melihat keluargaku bertamasya keliling dosa

mungkinkah aku dilahirkan kembali

disaat aku merenung tentang mati

Menghibur sesal yang tak kunjung reda

adakah bumi lagi yang nanti kupijak setelah tercipta

(Cirebon,2005)

PETA HARAPAN

Sayang, cintailah aku seperti kau mencintai dirimu

bila kita bersua nanti, lepaskan semua rindumu

lepaskan luapan cintamu yang selama ini terkubur

agar aku bisa merasakan letupan asmara yang kau pendam

pelita yang kau nyalakan tak seterang cintaku padamu

malamku dipenuhi rindu yang teramat padat

hingga menyesakkan sebagian asa yang tak pernah lelah

temui aku dipersimpangan ragu menghadang

tunjukkan padaku arah menuju cintamu

agar aku yakin tentang denah harapan yang kusimpan

berharap duniaku menjadi indah karena anugerahNya.

(Cirebon,2005)

SENGAJA

seandainya tidak diciptakan neraka

tentu iblis dan sekutunya menjadi pengganguran abadi

seandainya surga pun tak tercipta

tentu yang dikasihi menjadi tak bearti

seandainya Tuhan tidak menciptakan alam raya

tentu segala cerita tak pernah sampai pada coretan ini

(cirebon, 2005)



Tentang sweeplazy

Hidup ini seperti bermain catur. Mereka yang berfikir panjanglah yang menang.
Entri ini ditulis dalam aku. Buat penanda ke permalink.

2 Respon untuk Antologi puisi santri “aku dan singa tua”

  1. semanga…salam kenal…

    di tungu kunjungan baliknya…

    terima kasih,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s